Sejarah

Bahwa umat Islam Ahlusunnah Waljama’ah umumnya dan kaum Nahdliyin khususnya, berpandangan bahwa:

 “berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi dan berpartisipasi proaktif membangun dunia usaha yang tangguh, sehat dan dinamis, merupakan kewajiban yang diperintahkan ALLAH Subhaanahu wata’aala dan Rosul-NYA, bernilai jihad dalam rangka menempat dan manfaat gunakan sumber daya alam dan manusia secara beradab, memberantas kemiskinan, meningkatkan kemakmuran yang berkeadilan dan keadilan yang berkemakmuran, mengokohkan persatuan dan memantapkan Ketahanan Nasional dalam antisipasi percaturan dan perubahan ekonomi di tingkat regional dan Internasional yang sangat dinamis”.

Bahwa pengusaha Nahdliyin berkedudukan strategis

sebagai motor penggerak ekonomi kaum Nahdliyin, umat Islam Ahlusunnah Waljama’ah dan bangsa Indonesia, belum cukup optimal memainkan peranannya dalam melaksanakan kewajiban dimaksud, dikarenakan walau secara kuantitatif berjumlah sangat besar, namun secara kualitatif masih banyak yang tergolong mikro, kecil dan menengah dengan segala kelemahan dan keterbatasannya dalam mengantisipasi perubahan, peluang dan masalah yang kian kompleks.

Bahwa dalam mengoptimalkan perannya sebagai motor penggerak dimaksud,

pengusaha Nahdliyin secara proaktif berkehendak kuat untuk terus berbenah diri dan menggalang kerja sama sinergis, sistematis, terstruktur dan, masif antar sesamanya dan dengan pengusaha umumnya disegala aspek, sektor dan tingkatan usaha, ditingkat lokal, nasional, regional dan, Internasional.

Bahwa untuk mewujudkan kehendak kuat dimaksud,

pengusaha Nahdliyin membutuhkan wadah, wahana dan sarana komunikasi, koordinasi, konsolidasi, konsultasi, fasilitasi, advokasi, artikulasi, agregasi dan reprensetasi, serta inkubasi bagi lahirnya pengusaha baru dan pembinaan khusus bagi pengusaha Nahdliyin dan penguasaha Indonesia umumnya dalam rangka lompatan kuantum wujudkan dunia usaha Indonesia yang berkarakter kuat, bermartabat dan berdaya saing tinggi dengan tetap bertumpu pada keunggulan sumber daya kaum Nahdliyin, Bangsa dan Negara Indonesia.

Bahwa untuk memenuhi kebutuhan dimaksud,

dengan berkat rahmat dan petunjuk ALLAH Subhaanahu Wata’aala serta niat luhur mengharapkan ridho-NYA, maka Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginisiasi dan memfasilitasi berdirinya HIMPUNAN PENGUSAHA NAHDLIYIN.

Perkumpulan ini bernama Himpunan Pengusaha Nahdliyin yang selanjutnya disingkat HPN

Himpunan Pengusaha Nahdliyin didirikan pada tanggal empat belas Juli dua ribu sebelas Masehi (14-07-2011 M) bertepatan dengan tanggal dua belas Rajab seribu empat ratus tiga puluh dua Hijriyah (12-Rajab-1432H) untuk jangka waktu yang tidak terbatas; Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Nahdliyin berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.